Tantangan dalam Mendapat Pekerjaan: Pendidikan dan Kebutuhan Pekerjaan Masih Kurang Sejalan

Salah satu hal yang dapat dicapai dengan pendidikan adalah kemudahan dalam akselerasi karier. Namun, apakah pendidikan dan pekerjaan itu selalu berhubungan? Apakah sistem pembelajaran pada du

Unamed

Selasa, 20 April 2021, 7 bulan yang lalu

Tantangan dalam Mendapat Pekerjaan: Pendidikan dan Kebutuhan Pekerjaan Masih Kurang Sejalan

Menurut Prof. Dr. Imam Barnadib, Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik. Pendidikan mempunyai banyak manfaat, baik bagi individu maupun kelompok. Tidak heran, saat ini, di tengah kemajuan teknologi yang memudahkan akses terhadap dunia pendidikan, banyak orang berlomba-lomba untuk mengenyam pendidikan guna mencapai tujuan hidup dan kemajuan yang lebih baik. Salah satu hal yang dapat dicapai dengan pendidikan adalah kemudahan dalam akselerasi karier. Namun, apakah pendidikan dan pekerjaan itu selalu berhubungan? Apakah sistem pembelajaran pada dunia pendidikan mampu menumbuhkan skill yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini?

 

McKinsey menerbitkan studi tentang dampak pendidikan terhadap ketenagakerjaan atau pendidikan ke pekerjaan. Nyatanya, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan keterampilan atau skill yang dibutuhkan oleh perusahaan saat ini. Hal tersebut juga relevan dengan realita kasus yang terdapat di Indonesia.

Dilansir oleh Bisnis.com, terdapat perlambatan laju penurunan jumlah pengangguran diikuti dengan selalu bertambahnya jumlah angkatan kerja berlatar belakang pendidikan SMK dan Perguruan Tinggi (PT) yang menganggur. Kenaikan penganggur lulusan SMK dan PT terus naik sepanjang 2012-2018. Lagi-lagi hal tersebut menunjukkan ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan keterampilan atau skill yang dibutuhkan oleh perusahaan saat ini.

Menurut John Bersin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam adanya permasalahan tersebut.

1. Paradoks dari tingginya pengangguran dan pencarian talent yang berkelanjutan.

 

Menurut John Bersin, tidak ada krisis pekerjaan, yang ada adalah krisis skill. Hal ini dinyatakan sesuai dengan bukti yaitu hanya 42% dari pekerja di dunia percaya bahwa lulusan baru cukup siap untuk bekerja. Penelitian yang dilakukan oleh John Bersin menunjukkan bahwa pengeluaran untuk industri pelatihan pelatihan perusahaan tumbuh 12% tahun ini, peningkatan tertinggi dalam 9 tahun. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pemberi kerja akan bersedia membayar gaji pekerja baru 22% lebih tinggi jika mereka memang memiliki keterampilan yang mereka butuhkan.

Di Indonesia sendiri kasus ketidaksiapan lulusan baru dalam bekerja juga masih banyak. Country Manager JobStreet.com, Faridah Lim menyebut bahwa sebagian besar pencari kerja yang baru lulus kuliah alias fresh graduate belum memiliki skill yang mumpuni dan spesifik. Mayoritas fresh graduate hanya memiliki kemampuan umum dan hal tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menemukan calon pekerja yang cocok.

2. Institusi pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja

 

 

Ketika 42% pekerja percaya bahwa pekerja dengan lulusan baru siap dalam bekerja, jumlah institusi pendidikan yang percaya akan hal tersebut jauh lebih banyak, yaitu 72%. Hal tersebut adalah kesalahan. Institusi pendidikan pada jenjang dasar dan menengah tidak memperhatikan kebutuhan perusahaan saat ini.

3. Siswa tidak percaya metode pendidikan tradisional mendorong keterampilan kerja.

Menurut penelitian McKinsey, cara yang diyakini siswa bahwa mereka belajar adalah melalui "pelatihan kerja". (Penelitian John Bersin menunjukkan bahwa 72% manajer bisnis mengatakan hal yang sama). Kuliah, di sisi lain, adalah metode pembelajaran dengan nilai terendah, hal tersebut terjadi apabila kuliah masih terkait dengan pembelajaran online tradisional yang tidak berfokus pada keterampilan mahasiswa.

4. Pelatihan kejuruan bernilai lebih kecil dibanding gelar akademis.

Penemuan dalam hal ini adalah sesuatu yang menarik. Program kejuruan yang memberikan pengembangan keterampilan yang lebih terarah justru banyak orang yang menganggapnya kurang berharga dan kurang dibutuhkan.

Penelitian John Bersin membandingkan "persepsi nilai" siswa antara pendidikan tradisional dan pendidikan kejuruan. Siswa di setiap negara menghargai pendidikan tradisional daripada pendidikan kejuruan kecuali Jerman, di mana 49% responden mengatakan pendidikan akademis lebih berharga. Jerman adalah negara yang dipenuhi dengan program berbasis magang dan memiliki tingkat pengangguran terendah di Eropa.

5. Siswa memiliki pemahaman yang lemah tentang keterampilan dan gelar yang akan sangat membantu mereka mendapatkan pekerjaan.

Studi John Bersin juga menunjukkan bahwa kebanyakan siswa tidak yakin dengan "program pendidikan apa" yang akan membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang baik. Terbatasnya pelatihan-pelatihan di perguruan tinggi mengenai peluang karier dan cara memaksimalkan bakat untuk menemukan karier yang sesuai membuat banyak mahasiswa lemah dalam hal keterampilan.

Masalah antara pendidikan dan kebutuhan pekerjaan memang cukup rumit. Seiring perkembangan zaman diperlukan adanya inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan yang dapat menciptakan output lulusan yang dapat menjawab tantangan yang ada dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tiap individu juga harus membekali diri dengan tidak hanya mengandalkan pendidikan secara formal yang didapat melalui institusi pendidikan, tetapi juga harus inisiatif mencari wawasan lebih luas lagi mengingat kemudahaan akses teknologi saat ini sangat memudahkan dalam memberikan akses informasi.

         Eduwork.id dapat membantu pelajar, mahasiswa, ataupun lulusan yang sedang mencari kerja dengan memberi akses terhadap dunia pekerjaan. Eduwork akan mempertemukan pencari kerja dengan mentor. Pencari kerja akan dibimbing hingga dapat memperoleh pekerjaan dengan sistem pembayaran dapat dilakukan ketika sudah mendapat pekerjaan. Wah, menarik bukan? Jangan lupa daftarkan dirimu secara gratis dan temukan mentor yang dapat membantu meraih pekerjaan impianmu!